-
Hukum menggunakan sapu yang sudah terkena najis
Penulis: Dea Vara Amelia Editor: Jinan Uqsida Dalam fiqih Islam, benda yang terkena najis menjadi najis pula dan tidak boleh digunakan untuk keperluan yang membutuhkan kesucian sebelum disucikan terlebih dahulu. Ini berlaku juga untuk sapu. Jika sapu terkena najis baik najis ringan (mukhaffafah), sedang (mutawassithah), maupun berat (mughallazhah) maka sapu tersebut dihukumi najis hingga dilakukan…
-
Hukum memotong kuku ketika sedang haid
Penulis: Dea vara Amelia Editor: Jinan uqshida Memotong kuku merupakan bagian dari menjaga kebersihan diri yang sangat dianjurkan dalam Islam dan termasuk dalam sunnah fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan lima sunnah fitrah, salah satunya adalah memotong kuku. Namun, muncul pertanyaan apakah perempuan yang sedang haid diperbolehkan memotong kukunya mengingat kondisi haid adalah hadats…
-
Memegang dan membaca mushaf ketika haid
Penulis: Dea vara Amelia Editor: Jinan uqshida Mushaf Al-Qurโan bukan sekadar buku biasa, melainkan kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Oleh karena itu, adab dan tata cara memperlakukan mushaf sangat diperhatikan agar tetap terjaga kehormatan dan kesuciannya. Membaca dan memegang mushaf Al-Qurโan merupakan aktivitas ibadah yang sangat dijunjung tinggi dalam tradisi Islam. Namun,…
-
Keset basah dari kamar mandi
Penulis: Dian Nurlaelasari Editor: Jinan Uqsida Di lingkungan pesantren, pembahasan seputar najis dan kesucian sering menjadi bahan diskusi yang serius, bahkan dalam hal-hal yang tampak sepele seperti keset di depan kamar mandi. Salah satu pertanyaan yang mengemuka dari kalangan santri adalah tentang status keset yang basah: apakah kaki yang menginjaknya setelah keluar dari kamar mandi…
-
Mensucikan najis yang ada di pakaian
Penulis: Dea vara Amelia Editor: Jinan Uqsida Permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat adalah bagaimana cara yang tepat untuk membersihkan pakaian yang terkontaminasi najis, mengingat bahwa setiap jenis najis memiliki cara penanganan yang berbeda. Selain itu adanya kemajuan teknologi menghasilkan berbagai metode pencucian. Dalam praktiknya, proses pembersihan pakaian yang terkena najis tidak sekadar untuk menghapus…
-
Santri, Teknologi, dan Keberagamaan Pluralis
Santri tidak hanya menjaga teks keislaman secara tradisional, tetapi juga menafsirkan ulang nilai-nilai Islam dalam konteks digital dan plural, menjadikannya agen etis dan transformatif di tengah perubahan zaman




